Senin, 02 Desember 2013

Cinta memang satu, kita yang tak sama


Di dalam hati ini hanya satu nama
Yang ada di tulus hati ku ingini
Kesetiaan yang indah takkan tertandingi
Hanyalah dirimu satu peri cintaku

Benteng begitu tinggi sulit untuk ku gapai
Huuuuuu
Aku untuk kamu, kamu untuk aku
Namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda
Tuhan memang satu, kita yang tak sama
Haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi
Benteng begitu tinggi sulit untuk ku gapai
Huuuuuu
Aku untuk kamu, kamu untuk aku
Namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda
Tuhan memang satu, kita yang tak sama
Haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi
Bukankah cinta anugerah berikan aku kesempatan
Tuk menjaganya sepenuh jiwa oooh
(aku untuk kamu, kamu untuk aku
Namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda)
Tuhan memang satu, kita yang tak sama
Haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi
(aku untuk kamu, kamu untuk aku
Namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda)
Tuhan memang satu, kita yang tak sama
Haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi

Sudjiwo Tedjo bilang : KITA BISA MERENCANAKAN DENGAN SIAPA KITA AKAN MENIKAH, TAPI KITA TAKKAN BISA MERENCAKAN KEPADA SIAPA KITA JATUH CINTA.
hm.. cinta itu tercipta di luar kehendak kita, yang sering adanya di luar logika kita malah. apalagi kalau udah menyangkut soal keyakinan.
cinta tapi beda, sebut saja begitu..
cinta memang gabisa diciptakan tapi sebenernya bisa aja dihindari dari awal.
ya udah tahu kalo sidia itu berbeda keyakinan sama kamu, kok masih dideketin aja? kok masih intens aja komunikasi sama dia? kok masih penasaran aja sih sama dia? tapiiiii semua pertanyaan itu ga gampang juga buat dijawab. ya kan memang semuanya itu alami terjadinya.
kalau sudah mulai ada rasa ingin memiliki ini yang gawat, ya sekarang sih mikirnya kalopun kamu jalanin hubungan sama sidia itu buat berujung apa? ga semudah bilang "yaudah jalani aja.." , tapi kamu harus juga mikirin gimana pengaruhnya buat hidup kamu pribadi, pergaulan sampai kepada tanggapan keluargamu. suatu hubungan ya emang tentang kamu sama dia yang ngejalanin, tapi ga cukup sampe disitu. keluarga, pergaulan dan kehidupan pribadi masing-masing kalian juga masuk dalam hubungan kamu dan sidia.
cinta tapi beda ini tuh bisa dibilang ekstrim dan sangat menantang, kalo emang mau tetep nekat menjalaninya harus mikir ulang, apa kamu sanggup? dia sanggup? kalian sanggup sama semua yang ada didepan? hmm..
cinta memang satu, tapi keyakinan yang berbeda. itu juga ngaruh sama prinsip dan gaya hidup kamu dan dia masing-masing. beda keyakinan, itu tuh bener-bener akan jadi sesuatu yang mengganjal buat kamu dan sidia. ya saran aku sih, pacaranlah sama dia yang emang seimbang sama kamu. kan enak kalo bisa sholat bareng sidia, kamu imamin dia. atau ke gereja bareng sidia, berdoa bareng. intinya ya, seirasionalnya sebuah perasaan cinta, ya kita yang menjalaninya harus sedewasa mungkin juga buat ngejalaninya dengan keseimbangan logika :)