Sakit..
Siapa yang tidak pernah merasakan sakit di dalam hidupnya?
Mungkin hanya orang gila yang mati rasa jawabannya.
Aku disini dengan tulisan sederhanaku mengukir apa yang kurasa saat ini..
Langit sore ini begitu gelap dengan petirnya begitu dahsyat membuat setiap ruang di bawah langit ini menakutkan. Tapi bukan tentang petir yang sepenuhnya menakutiku. Sebuah kalimat sedeharna "aku tak sanggup lagi denganmu.." melebihi hebatnya petir sore ini menyambar setiap relung hati dan isi otakku hingga tak satupun kata bisa terucap dari bibirku.. sekali lagi air mata keluar membanjiri seluruh wajahku.
Bagaimana bisa kamu yang selalu aku hadirkan dalam setiap detik mimpiku ingin pergi dan tinggalkan semua. tanpa sedikitpun tolerir dari kerasnya hati itu. seolah semuanya sudah bulat dan matang di pikiranmu.
sebuah kisah cinta yang kita rajut, terukir untuk kita jaga
dibatas relung jiwa kita habiskan bersama..
senandung lagu itu tak berarti apa-apa lagi..
mungkin aku berlebihan, tapi kali ini kuakui aku terlalu dalam menyimpan rasa yang selama ini aku jaga.
seperti bermimpi, aku pernah merasakan bahagia sebahagia-bahagianya saat aku menemukanmu, dan kali ini aku merasakan sakit sesakit-sakitnya saat aku harus terima untuk melepasmu..
Cinta memang tidak bisa lagi dipaksakan.
Ini semua hanya sepenggal kisah, bagian dari skenarionya Sang Maha Sutradara..
Dia sanggup menciptakan rasa, antara aku dan kamu..
Diapun sanggup menghilangkan rasa, di hatimu..
Untuk sekian kalinya Sang Maha Sutradara menuntutku untuk ikhlas memainkan peranku di kisah ini denganmu..
ya.. semua ini hanya peran..
Selama aku memainkan peranku, aku selalu berusaha untuk berperan yang terbaik..
Tak terlepas dari mencintaimu..
Dan harus kuakui bahwa kali ini aku bersyukur pernah berlawan main denganmu, kamu ajakan aku tentang cinta dan ajarkan aku tentang sakit..
Terimakasih Sang Maha Sutradara..
Rangkaian tulisan sederhana dari seorang gadis biasa yang punya ribuan mimpi dengan jutaan perasaan dan harapan di setiap detik nafasnya berhembus. Selamat membaca. Semoga dapat menjadi berkat bagi yang membacanya. God bless :)
Selasa, 29 Oktober 2013
Minggu, 20 Oktober 2013
menjelang 20 tahun
halo, selamat hari senin.
Terkadang bahkan seringnya senin buat kebanyakan orang itu hari yang berat yah. entah kenapa, tapi mungkin karena jauh dari hari jumat sabtu minggu.tapi ngomong-ngomong soal tanggal, hari ini tanggal 21 oktober 2013 loh hehe mungkin buat orang lain ini ga berarti apa apa. tapi ini berarti buat gue loh *pamer*.
20 tahun yang lalu mamapapa lagi nungguin isi perut mama yang udah gede banget ini keluar, nah itu aku. anak ke-2 yang lagi mama kandung itu konon katanya udah ngerepotin banget hihi maklumlah ya namanya ibu hamil pasti banyak maunya alias ngidam. dan itu tuh bener-bener sukses bikin papa repotnya minta ampun. kasian papa.
Dan mungkin memang sudah takdirnya begitu, lelaki yang udah siap jadi suami ya artinya dia bisa siap buat ekstra sabar ngedampingin istrinya dalam keadaan apapun. apalagi wkatu hamil hihi semoga kamu juga siap berekstra sabar buat aku *ngomong sama foto yang dimakasar sana* :')
Back to point, dua hari lagi 23 Oktober itu dateng loh. saya atasnama pribadi eliana puspitasari mau minta maaf atas segala kesalahan yang saya perbuat disengaja atau tidak disengaja selama 19 tahun ke belakang sama semua temen, rekan, keluarga terutama sama kamu..
Mohon doanya ya, selagi masih ada kesempatan saya masuk di umur yang baru, di kepala 2 ini saya bisa menjadi lebih dewasa dan lebih sabar dan pastinya lebih baik.
Terimakasih Tuhan buat penyertaanMu di dalam hidupku..
#udahgituaja
salam sayang,
el
Terkadang bahkan seringnya senin buat kebanyakan orang itu hari yang berat yah. entah kenapa, tapi mungkin karena jauh dari hari jumat sabtu minggu.tapi ngomong-ngomong soal tanggal, hari ini tanggal 21 oktober 2013 loh hehe mungkin buat orang lain ini ga berarti apa apa. tapi ini berarti buat gue loh *pamer*.
20 tahun yang lalu mamapapa lagi nungguin isi perut mama yang udah gede banget ini keluar, nah itu aku. anak ke-2 yang lagi mama kandung itu konon katanya udah ngerepotin banget hihi maklumlah ya namanya ibu hamil pasti banyak maunya alias ngidam. dan itu tuh bener-bener sukses bikin papa repotnya minta ampun. kasian papa.
Dan mungkin memang sudah takdirnya begitu, lelaki yang udah siap jadi suami ya artinya dia bisa siap buat ekstra sabar ngedampingin istrinya dalam keadaan apapun. apalagi wkatu hamil hihi semoga kamu juga siap berekstra sabar buat aku *ngomong sama foto yang dimakasar sana* :')
Back to point, dua hari lagi 23 Oktober itu dateng loh. saya atasnama pribadi eliana puspitasari mau minta maaf atas segala kesalahan yang saya perbuat disengaja atau tidak disengaja selama 19 tahun ke belakang sama semua temen, rekan, keluarga terutama sama kamu..
Mohon doanya ya, selagi masih ada kesempatan saya masuk di umur yang baru, di kepala 2 ini saya bisa menjadi lebih dewasa dan lebih sabar dan pastinya lebih baik.
Terimakasih Tuhan buat penyertaanMu di dalam hidupku..
#udahgituaja
salam sayang,
el
Kamis, 10 Oktober 2013
keluarga utuh..
Masih keinget sama film dulu banget yang judulnya keluarga cemara? gue salut banget sama film ini. menggambarkan bentuk keluarga sederhana tapi saling menyatu antara bapa, ibu dan anak. Fungsi dari setiap anggota keluarga berjalan dengan baik dan sesuai kaidahnya. Rukun. Dan kayanya arti keluarga sempurna banget.
Yah.. namany juga film. Semua berjalan lancar sesuai rekayasa sang sutradara. Kalo di kehidupan nyata, ya entahlah ya kalo yang lain gimana.
Keluarga akan berarti utuh saat setiap fungsi dari anggotanya berjalan sesuai yang seharusnya. Hm..
Dan ketika salah satu fungsinya hilang, maka tak utuh lagi.
Ketika ayah tidak lagi bisa menjadi ayah yang seharusnya menafkahi keluarganya dan kehilangan kewibaaannya. Apalagi ketika ayah malah menghancurkan makna dari kesatuan keluarga itu... fuuuh. Ngomong-ngomong soal figur seorang ayah. Cukup setia dan bertanggungjawab, ia akan mampu menjadi "ayah" untuk istri dan anak anaknya yg sesungguhnya..
Udah gitu aja. Makasih :')
Yah.. namany juga film. Semua berjalan lancar sesuai rekayasa sang sutradara. Kalo di kehidupan nyata, ya entahlah ya kalo yang lain gimana.
Keluarga akan berarti utuh saat setiap fungsi dari anggotanya berjalan sesuai yang seharusnya. Hm..
Dan ketika salah satu fungsinya hilang, maka tak utuh lagi.
Ketika ayah tidak lagi bisa menjadi ayah yang seharusnya menafkahi keluarganya dan kehilangan kewibaaannya. Apalagi ketika ayah malah menghancurkan makna dari kesatuan keluarga itu... fuuuh. Ngomong-ngomong soal figur seorang ayah. Cukup setia dan bertanggungjawab, ia akan mampu menjadi "ayah" untuk istri dan anak anaknya yg sesungguhnya..
Udah gitu aja. Makasih :')
Langganan:
Postingan (Atom)