Selasa, 29 Oktober 2013

Skenario Sang Maha Sutradara

Sakit..
Siapa yang tidak pernah merasakan sakit di dalam hidupnya?
Mungkin hanya orang gila yang mati rasa jawabannya.

Aku disini dengan tulisan sederhanaku mengukir apa yang kurasa saat ini..
Langit sore ini begitu gelap dengan petirnya begitu dahsyat membuat setiap ruang di bawah langit ini menakutkan. Tapi bukan tentang petir yang sepenuhnya menakutiku. Sebuah kalimat sedeharna "aku tak sanggup lagi denganmu.." melebihi hebatnya petir sore ini menyambar setiap relung hati dan isi otakku hingga tak satupun kata bisa terucap dari bibirku.. sekali lagi air mata keluar membanjiri seluruh wajahku.
Bagaimana bisa kamu yang selalu aku hadirkan dalam setiap detik mimpiku ingin pergi dan tinggalkan semua. tanpa sedikitpun tolerir dari kerasnya hati itu. seolah semuanya sudah bulat dan matang di pikiranmu.

sebuah kisah cinta yang kita rajut, terukir untuk kita jaga
dibatas relung jiwa kita habiskan bersama..

senandung lagu itu tak berarti apa-apa lagi..
mungkin aku berlebihan, tapi kali ini kuakui aku terlalu dalam menyimpan rasa yang selama ini aku jaga.
seperti bermimpi, aku pernah merasakan bahagia sebahagia-bahagianya saat aku menemukanmu, dan kali ini aku merasakan sakit sesakit-sakitnya saat aku harus terima untuk melepasmu..

Cinta memang tidak bisa lagi dipaksakan.
Ini semua hanya sepenggal kisah, bagian dari skenarionya Sang Maha Sutradara..
Dia sanggup menciptakan rasa, antara aku dan kamu..
Diapun sanggup menghilangkan rasa, di hatimu..

Untuk sekian kalinya Sang Maha Sutradara menuntutku untuk ikhlas memainkan peranku di kisah ini denganmu..
ya.. semua ini hanya peran..
Selama aku memainkan peranku, aku selalu berusaha untuk berperan yang terbaik..
Tak terlepas dari mencintaimu..
Dan harus kuakui bahwa kali ini aku bersyukur pernah berlawan main denganmu, kamu ajakan aku tentang cinta dan ajarkan aku tentang sakit..

Terimakasih Sang Maha Sutradara..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar