katanya cinta itu buta,
lebih tepatnya melumpuhkan logika
masih teringat bagaimana pertama kali dia datang dalam kehidupanku, entah siapa dia darimana asal dia dan bagaimana dia. hanya berdasar pada setiap cerita orang yang jauh disana, aku buka kesempatan untuk mengenalnya. bahkan sampai memilikinya.
sebulan pertama, indah ketika dia datang dengan cinta yang membara ke kotaku. kenyamanan yang dia punya buat hatiku sanggup dia curi.
bulan demi bulan begitu manis, tak sedikitpun satu noda dia torehkan hingga akhirnya hatiku yakin menggenggam segenap cintaku untuknya.
hampir setahun semua berjalan, karakter aslinya dapat jelas kulihat hingga aku sendiri tak mengenal apa yang selama ini kukenal dan aku terluka.
lebih dari itu, aku kecewa.
aku sadar aku terlalu berharap banyak padanya, aku terlalu bermimpi sempurna hingga mimpi itu sendiri yang buat aku jatuh lemas hingga ku lupa diri.
dia, sang pengukir awal cerita manis sekaligus menghapus cerita dengan luka.
mungkin aku terlalu bodoh hingga cinta saja mampu membodohi akal sehatku.
kali ini aku jera..
awal yang indah tak selalu torehkan akhir yang indah pula.
cinta.. cinta.. katanya cinta itu indah..
cerita dongeng yang tegaskan itu, bukan hidup nyata.
kamu..
semoga tak lagi satupun yang kutahu tentang kamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar