setiap kata itu bermakna, sekalipun cuma satu kata itu juga berarti makna dan begitu mengena.
hati hati dengan ucapanmu. hati hati dengan bibirmu.
aku bisa saja mencintaimu dengan ketulusan yang tiada henti menahan egoku untuk membendung setiap egomu yang seperti batu. karena aku tahu bahwa batu ketemu batu tidak akan bisa bersenandung syahdu. tapi aku jera ketika aku sadar bahwa jalinan hubungan adalah imbuhan me- dan di- ada keduanya bukan hanya salah satu. aku mengerti amarahmu tapi kamu ga ngerti sakit hatiku atas ucapanmu.
berkali-kali kamu buat aku diam menahan rasa sakitnya hati tertusuk oleh ucapanmu. berkali-kali kucoba untuk menghiraukan perkataanmu dan mencoba mengalihkan pikiranku mengingat kebaikanmu tapi... hatiku gabisa bohong. aku terlanjur sakit hati dibuatmu.
aku ini apa, aku cuma bisa diem punah. tanpa perlawanan terhadapmu sementara gejolak pribadiku sendiri kulawan agar kutahan menahan amarah dalam hati.
aku ini apa, sabarku meracuniku semakin lemah dan akhirnya punah.
kadang aku berpikir, apakah ada terlintas di otakmu memikirkan hatiku. apakah ada di benakmu bahwa kau merasa sudah berulangkali menyakiti hatiku. lalu, apakah terbayang olehmu jika ternyata rasa cinta itu sudah lama sirna terkikis oleh ucapan dan sikap kasarmu?
aku hancur, aku lemah.
aku bahkan tidak bisa memutuskan untuk pergi sementara kakiku begitu kuat menarik jiwaku untuk pergi dari semua ini.
dan bahkan keinginanku sudahi semua ini, cukup aku sudah tak tahan.
aku menyerah..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar